Blog EntryResep Kremes ala Lezat minus kunyitAug 8, '08 12:09 PM
for everyone

Berburu berbagai resep kremesan di internet, trus dicoba, belum nemu satu pun yang memenuhi dahagaku akan kremesan (saking pengennya makan kremesan ala ayam kalasan pulosari). Trus pas lagi nongkrong di kamar mandi (gak usah dipikir ngapain gw di sana) sambil baca tabloid masakan keluaran november 2007 eh di halaman terakhir ada resep ayam kremes tulang lunak. Liat gambar kremesnya kok kayak yg gw mau ya? Akhirnya baru kali ini sempet mraktekin. Cuman kremesannya aja, soalnya gw pikir kremes dimakan ma apa aja tetep enak (ato gw aja yg mikir gitu ya?). Aniwei stelah keringatan di dapur, setelah tuangan yg kesekian kali, setelah nemu celah cara menggoreng biar kriuk semua...akhirnya..akhirnya...huaaa..(menitikkan air mata bahagia...ah lebay)

Bahan A:

-          10 gr tepung tapioka (gw pake tepung sagu tani)

-          225 ml air

Bahan B:

-          70 gr tepung tapioka

-          20 gr tepung beras

-          1 butir kuning telur

-          1 sdt kaldu bubuk

-          200 ml air

Cara:

  1. Masak bahan A hingga mengental sisihkan.
  2. Campur bahan B, aduk sampai rata.
  3. Ambil 1 sdm bahan A lalu campur dengan bahan B, aduk menjadi satu.
  4. Tuang dengan sendok sayur, goreng dalam minyak panas. Angkat dan tiriskan. Lakukan hingga bahan habis.

My note:

-          Minyaknya yg agak banyak ya. Trus biarin ampe panas, sampe ada asep2nya gitu. Jadi siap2 keringetan..yah anggep aja di sauna hehehe.

-          Nuangin adonan yg mo di goreng dengan cara memutar.

-          Suka ada bagian yg tampak tebel (biasanya di tengah), biar kriuk teken bagian tsb pake sutil sampe tenggelam dalam minyak (sebelumnya yakinin dulu bagian yang lain udah kering/keras), ntar muncul buih, nah tungguin ampe buihnya rada ilang. Trus angkat deh.

-          Di resep asli dari tabloid Lezat di bahan B pake kunyit bubuk ½ sdt. Berhubung ga punya ya ga pake.

-          Klo air yg di resep B diganti pake air kaldu sisa rebusan ayam bisa gak yah? Klo ada yg nyoba, kasih kabar ya J, trus klo dikasi ketumbar?hmm..

-          Yg nyebelin si bahan A sisa banyak..enaknya diapain ya..?

 


Blog EntryJual Mobil CepaaatttDec 11, '07 11:35 PM
for everyone

Berhubung sekolah sudah tamat, saya mo jual mobil yg slama ini saya pake, bwt modal balik kampung :). Suzuki Forza kelahiran 1989, warna merah metalik, kondisi ok (irit, suaranya bening), stnk masi sisa ampe 18 jul 2008, plat D, ac, radio tape, apa lagi yaa ga biasa bwt iklan. Pokoknya yg berminat serius sama saya eh mo bli mobilnya, PM aja ya..Eh iya harganya 25jt, nego. Thx 4 ur attention :)

 

(sesuai permintaan Kang Dani, ayo beli! (mobilnya, bukan cwe2nya yaa :)))


Blog EntrypuisiOct 18, '07 5:52 PM
for everyone


 

Kepingan-kepingan itu tak berbentuk

Tak dapat lagi disatukan

Hanya akan menjadi sebuah jejak

Bahwa sesuatu pernah ada...apapun itu

 

C4,18okt07,5:32pm

 

 


Blog EntrySelamet lebaranOct 11, '07 9:49 AM
for everyone

SELAMAT IDUL FITRI

1 SYAWAL 1428H

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN


Blog EntryPoso..poso..Sep 11, '07 8:01 PM
for everyone

"Nggelar kloso ngisore gapuro

iki arep poso aku nyuwun ngapuro.."

Met menjalankan ibadah puasa bwt temen2 MPers yg menjalankan

 


Blog Entrypermen kesukaanku berformalin?Jul 27, '07 10:08 AM
for everyone

Lagi buka2 mp, sambil dengerin tv, tiba-tiba ada berita tentang permen berformalin, krn suka ama permen jadi brenti bentar dari ngotak ngatik mp...dan btapa syoknya gw ketika liat permen yang dipegang penyiarnya adalah permen susu yang plastiknya bisa dimakan itu!!!

Ya ampyun...sudah berapa lamakah sebenernya dia berformalin?Brapa banyak permen yang sudah gw makan?Gw gimanaaa???

Kok bisa sih baru ketauan?tu permen dari jaman gw masih kecil...

"Mengandung Formalin, 7 Produk Permen Asal China Ditarik


Kamis. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah menarik tujuh produk permen asal China yang mengadung formalin. Ketujuh produk permen ditemukan di berbagai toko makanan dan sejumlah hypermarket. Umumnya produk permen yang diimpor secara ilegal dari China ini dijual dalam bentuk kiloan. Demikian diungkapkan Kepala Badan POM, Husniah Rubiana Thamrin di Jakarta, Rabu kemarin  (25/7).

Merek yang tercantum pada permen adalah White Rabbit Creammy Candy, Yum Boy, Clasic Candy, Plum dan Black Current yang terdiri dari tiga macam. Badan POM juga telah menarik empat produk pasta gigi yang mengandung bahan berbahaya, dietilen glikol. Produk tersebut antara lain bermerek Maxam dan San Zhe-Zhen Green Tea. Badan POM mengimbau konsumen lebih waspada membeli produk makanan dan obat-obatan dengan memeriksa kemasan yang mencantumkan sertifikasi dari Badan Pom. sumber:www.perempuan.com"


Blog EntryBandung tiisJul 26, '07 9:33 AM
for everyone
Udah 2 hari ini tiap brangkat ke puskesmas pake jaket, duingin buanget, idung dan jari serasa membeku. Biasanya klo malem jendela di buka karena gerah, skrg ditutup pun pake selimut masih kerasa dinginnya. Apalagi klo mo mandi...aduuuh..berat rasanya, tapi masa ke puskesmas ga mandi, meskipun ada teknologi yg disebut parfum, tp ya ga mungkin lah. Td siang sambil nyetir dengerin B radio, katanya suhu Bandung sampe 15 derajat celcius, walah pantesss..

Blog EntrySedihnya hatikuuuwwMay 8, '07 8:17 AM
for everyone

Hari ini...sejak awal...semuanya udah kacau. Terlambat berangkat ke RS, buru-buru dan akhirnya...gue nyerempet mobil temen kos gue...duh, tapi ya sudahlah, mo apalagi, lapor ke dia, alhamdulillah dia gak marah, tapi teteplah gue akan ganti kerusakannya.

Dan untuk melengkapi kekacauan yang sudah ada...I LOST MY WALLET!!! Ya Tuhan...cobaannMu...   

Gak bisa nyalahin siapa-siapa... kecuali gue aja yang ceroboh...

Duh Gusti...semoga besok berjalan lebih baik dari hari ini yaa...

 

 


Blog EntryMy StoryMar 22, '07 6:28 PM
for everyone

"dibuat ketika keterpurukan ngebuat orang bisa jadi kreatip hehehehe, lumayanlah bisa ngbuat perasaan agak lega..dikit"

 

 

Tara sedang menyalin ulang catatan kuliah yang dipinjamnya ketika tiba2 saja seseorang menghempaskan badannya ke bangku sebelah Tara. “Tara, barusan dia nelpon!” kata Reno. Tara mengerenyitkan dahinya dan menatap Reno, “Siapa No?...Mita yaa?” tebaknya. “Iya, katanya hari ini dia mo datang.” Tampak senyum lebar terulas di wajah Reno. “Waa yang lagi seneng..Trus mo diajak kemana?” tanya Tara sembari kembali menulis. “Yah ketemuan aja belum tentu. Dia kesini kan karena mo ketemu kakaknya, si Dewi.”jawab Reno. Tara melirik kearah Reno. Tampak olehnya pria disampingnya tampak menatap lurus ke depan, entah apa yang dipikirkannya, Tara pun ikut2an menatap lurus ke depan, pikirannya sedang berkecamuk. Tiba2 Tara berujar, “ Ya kemana kek, pokoknya jalan2 berdua, keliling2 bandung kek.” Reno belum sempat menjawab ketika terdengar suara riuh dan tampak teman2 mereka berebut masuk ke dalam ke ruang kuliah. “Ntar cerita lagi ya.” Kata Reno sambil berdiri menuju bangkunya. Tara tak menjawab, dia hanya mengangguk pelan, matanya menatap punggung sosok orang yang beberapa bulan ini mulai mengisi hatinya.

            Pagi ini Tara tampak bergegas menuju ruang kuliah, jam di tangannya menunjukkan pukul 6.40, sedangkan pagi ini dosennya minta kuliahnya dimajukan ke jam 6.30. Ruang kuliah tinggal 50meteran lg, dia masih bisa melihat beberapa temannya masih keluar masuk, hatinya menjadi tenang karena berarti dosennya belum datang. Tiba2 matanya menangkap sosok pria itu, dia sedang berjalan dengan Saras, salah satu teman mereka. Dalam hati Tara berharap pria itu menoleh ke belakang, ke arahnya, dan menunggunya. Dan sepertinya Tuhan mendengar keinginannya, pria itu menoleh kebelakang. Tara tersenyum, tapi kemudian senyumnya menghilang. Pria itu kembali menoleh ke depan, berbicara dengan Saras dan terus berjalan. Entah kenapa hati Tara terasa perih. Dia yakin pria itu melihat dirinya, karena badannya yang "besar" pastilah mencolok diantara orang2 sekitarnya. Tara mencoba membesarkan hatinya, mungkin mereka berdua sedang berbicara hal yang penting, sehingga pria itu tidak sempat untuk menunggunya sampai Tara dapat menyusulnya, apalagi mereka sudah telat. Sampai di ruang kuliah, tempat duduk yang tersisa hanyalah yang di bagian depan. Selepasnya mengisi daftar hadir di meja depan kelas, Tara menuju tempat duduk yang kosong. Tampak olehnya pria itu duduk di samping Dewi. Pria itu pun ternyata melihat dirinya, dan tersenyum kepadanya, Tara pun membalas dengan senyuman. Di hatinya mengira2 apa yang sedang dibicarakan mereka berdua. Satu hal yang sudah bisa dia duga, meskipun hati kecilnya mengharap bukan,  namun pastinya dia akan ketahui sehabis kuliah ini, dia yakin itu.

            Kuliah 2 jam yang diberikan dosennya terasa sangat lama, sehingga ketika slide power point di depannya bertuliskan terima kasih, Tara berharap tak ada teman2nya yang bertanya ke dosennya. Setelah sekian menit dosennya menunggu pertanyaan yang tak kunjung terdengar, pak dosennya pun mengakhiri kuliahnya. Tara membereskan buku2nya ke dalam tas, namun sebenarnya dia hanya mengulur2 waktu. Reno duduk  di sebelahnya dan kemudian bercerita, “Eh semalam aku nelpon dia.” “Wah Reno udah mau berkorban pulsa nih?” goda Tara. “Sebenernya aku telponnya cuma bentar soalnya pulsaku tinggal dikit. Pas pulsaku abis dia sms, apa mau dia yg nelpon, ya aku bilang aja kalo tidak merepotkan ya nggak apa apa, eh dia nelpon. Kita ngobrol lama, ampe berjam2.” “Uh yang lagi seneng..Ngobrol apa aja?”tanya Tara dengan nada antusias. Reno pun mulai bercerita, sesekali Tara menyahutinya, sekedar agar tampak peduli, tapi sesungguhnya pikirannya sudah tidak di ruang kuliah itu.

            Sudah hampir 1 minggu ini Tara berusaha untuk tidak banyak berkomunikasi dengan pria itu. Meskipun demikian tampaknya usaha Tara sia sia karena dia masih bisa mendengar cerita pria itu ketika dia bercerita dengan temannya yang lain. Pagi ini pun dia berusaha untuk menjauh dari pria itu. Begitu memasuki ruang kuliah setelah dia meletakkan tasnya ia pergi keluar karena dilihatnya pria itu sedang dikelilingi banyak teman-temannya. Tara hanya bisa mengira2 apa topik pembicaraannya, tapi lebih baik dibuangnya pikiran itu jauh2. Jam 10 kuliah pertama hari itu sudah selesai, baru saja Tara ingin berdiri tiba2 Reno sudah disampingnya, “Makan yuk?” ajak Reno. Tara menatap Reno, dalam pikirannya dia akan menolak tawaran itu, tapi, “Yuk, mo makan dimana?” jawab Tara sambil tersenyum. Sepanjang perjalanan menuju kantin  Reno bercerita tentang keinginannya untuk pulang Sabtu ini, Tara pun tak ingin memulai perbincangan tentang sesuatu yang dia coba hindari, namun sesungguhnya Tara yakin hal hal yang selama ini dia tidak ingin dengar itu pasti akan menjadi hal utama dalam perbincangan mereka. Benarlah, bahkan begitu duduk, Reno mulai bercerita mengenai Mita, bagaimana hubungan mereka selama ini, mulai sekedar sms2an, hingga Mita yang datang ke kos2an Reno. Namun yang paling membuat hati Tara kembali semakin teriris ialah ketika Reno mengatakan bahwa dia akhirnya jadi suka dengan Mita. 30 menit di kantin itu menjadi 30 menit terlama bagi Tara, dia ingin segera mengakhiri semua itu, dalam hatinya dia mengutuki ketidakmampuannya untuk menolak ajakan makan tadi. Dan kini dia harus menerima keadaan yang membuat dirinya semakin terluka saja. Untunglah jam kuliah ke 2 tinggal 15 menit lagi sehingga dia mempunyai alasan untuk mengajak Reno untuk segera menghabiskan makanannya.

            Hari ini kuliah berakhir lebih cepat. Tara segera membereskan buku catatannya. Dia ingin segera pulang ke kosannya. Semalam dia bergadang mengerjakan tugasnya, sehingga dari tadi pagi dia sangat mengantuk. Begitu dia sampai dekat pintu keluar, “Tara, tungguin!”, panggil Reno sambil berlari turun dari tangga ruang kuliah. “Halo..” sahut Tara pelan ketika Reno sudah berada di depannya. “Yuk!” ajak Reno sambil menggamit tangan Tara. Sejenak jantung Tara seakan berhenti, tapi dia segera tersadar, pelan ditariknya tangannya dari pegangan Reno, “Semoga dia tidak sadar..” pikir Tara. Dilihatnya Reno tampak asyik memainkan jari-jari tangan kanannya di atas keypad hpnya. Penasaran membuat Tara tiba-tiba saja bertanya, “Mita ya?”. “Iya nih.” Jawab Reno sambil terus saja menulis di hpnya. “Yaah..” tanpa sadar Tara seperti mengeluh. Tara buru2 diam, tapi rupanya Reno sudah mendengarnya, “Kenapa Ra?”. “Eng..enggak apa apa kok.” Jawab Tara buru2. Dalam hatinya Tara merutuki kecerobohannya. Ketika sampai di dekat gerbang Tara mengucap, “ Daa Reno.” “Lho kamu mo lewat mana?”tanya Reno. “Mo lewat situ.” Jawab Tara sambil menunjuk kearah parkiran mobil. “Oh bawa mobil hari ini ya. Aku anter sampai sana deh.” “Eh gak usah.” “Gak apa apa, kasian kamu.” “ Yey kenapa pake kasian segala?” Reno hanya tertawa. Sesampainya di tempat parkiran mereka berpisah. Di dalam mobil Tara merenung, dari sudut matanya tampak genangan air mata, “Reno..tau nggak sih aku sayang banget ama kamu, hati ini sakit banget denger setiap cerita kamu tentang dia..Ya Tuhan, kuatkan aku, Kau tau yang terbaik untukku, tapi aku nggak ingin begini terus..” tangis Tara akhirnya pecah, hatinya sudah tak sanggup menahan semua kepedihan yang ia rasakan. Tak jauh disana, di sebuah kamar kos2an, seorang pria sedang memikirkan sesuatu, “Tadi dia...masa sih dia cemburu?” Tiba2 hpnya berbunyi, tampak senyuman di bibir Reno, “Halo Mita, ada apa dek?”

 

_THE END...?_

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help